Saksi bisu perjalanan BATU ISRA' MI RAJ masih ada hingga kini

Bukti kebesaran Allah SWT batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW Isra Mi’raj
sampai kini masih tetap melayang di udara. Pada saat Nabi Muhammad mau
Mi’raj batu tsb ikut, tetapi Nabi SAW menghentakan kakinya pada batu tsb,
maksudnya agar batu tsb tak usah ikut.
Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tentang batu gantung tsb yang berada
dalam masjid Umar (Dome of the Rock) di Lingkungan Masjidil AQSHA
di Yerusalem.
Sampai sekarang mesjid dome of rock ditutup untuk umum, dan Yahudi membuat
mesjid lain Al Sakhra tak jauh disebelahnya dengan kubah “emas” (yg sering
terlihat di poster2 yg disebarkan ke seluruh dunia dimana2) dan disebut
sebagai Al Aqsa, untuk mengelabui ummat islam dimana mesjid Al Aqsa yang
sebenarnya, yang Nabi Muhammad SAW pernah sebutkan Al Aqsa sebagai “mesjid
kubah biru”.
Saat ini mesjid Al Aqsa yg sebenarnya sudah di ambil-alih oleh israel , dan
rencananya mau dihancurkan untuk diganti sebagai tempat ibadah mereka
karena bersebelahan dengan tembok ratapan.

4 comments:

  1. Subhanallah, itulah bukti kebesaran Allah.....

    ReplyDelete
  2. Dalam foto tsb :
    Batu tsb TIDAK mengambang atau TIDAK tergantung di udara
    Sillahkan menyaksikan videonya secara langsung :

    http://www.youtube.com/watch?v=YCROV1NXB9o

    http://www.youtube.com/watch?v=ifG1PFGlyfg

    Batu dalam video tsb bukanlah batu yg dimaksud dalam perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

    ReplyDelete
  3. BUKTI dan SAKSI perjalanan ISRO dan MI'ROJ

    Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku telah melewati rombongan Bani Fulan (yakni salah satu kafilah dagang mereka) di Rauha’, mereka sedang mencari salah satu untanya yang hilang, dan aku menunjukkan dimana untanya tersesat. Aku juga sempat minum segelas air (air yang diperuntukkan bagi para musyafir) pada kendaraan mereka, dan menyisakannya. Silahkan kalian bertanya kepada mereka tentang hal ini jika mereka telah kembali!!” Mendengar penjelasan itu, salah seorang dari mereka berkomentar, “Sungguh ini suatu bukti (bahwa Nabi
    SAW benar dengan cerita dan pengalaman beliau)!!”

    Mereka berkata lagi, “Ceritakanlah rombongan unta kami lainnya yang akan kembali??”

    Nabi SAW bersabda, “Aku melewati mereka di Tan’im.”

    Tan’im adalah daerah perbatasan ‘tanah haram’ tetapi sudah termasuk ‘tanah halal’, jauhnya tidak sampai sepuluh kilometer dari Makkah. Mereka berkata, “Berapa jumlahnya, apa saja muatannya, keadaannya bagaimana, siapa saja dan kapan akan tiba di sini?”, dan Nabi SAW dengan lancar menceritakannya,

    “Rombongan dagang itu adalah begini dan begini, di dalamnya ada si Fulan dan si Fulan, yang paling depan adalah seekor unta berwarna abu-abu. Dan mereka akan tiba di sini pada saat matahari terbit besok pagi!!”Ternyata rombongan kafilah itu telah mengirimkan utusan tentang kedatangan mereka, dan dia hadir juga saat itu. Spontan ia berkomentar, “Ini juga suatu tanda bukti!!”

    Keesokan harinya ketika matahari terbit, mereka menjumpai rombongan kafilah dagang itu datang dengan ciri-ciri yang tepat seperti digambarkan Rasulullah SAW.
    Namun, karena Allah memang belum menghendaki mereka untuk memperoleh hidayah keislaman, mereka hanya berkata, “Sungguh ini adalah suatu sihir yang yata!!”

    Sumber : Shahihul Bukhary, 2/684: Shahih Muslim, 1/96; sirah An-nabawiah, Ibnu Hisyam, Zadul Ma’ad; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal , Blog Percik Kisah Nabi

    ReplyDelete
  4. ‘BUKTI dan SAKSI perjalanan ISRO dan MI’ROJ’

    Nabi SAW berkata, “Sesungguhnya aku telah melewati rombongan Bani Fulan (yakni salah satu kafilah dagang mereka) di Rauha’, mereka sedang mencari salah satu untanya yang hilang, dan aku menunjukkan dimana untanya tersesat. Aku juga sempat minum segelas air (air yang diperuntukkan bagi para musyafir) pada kendaraan mereka, dan menyisakannya. Silahkan kalian bertanya kepada mereka tentang hal ini jika mereka telah kembali!!” Mendengar penjelasan itu, salah seorang dari mereka berkomentar, “Sungguh ini suatu bukti (bahwa Nabi
    SAW benar dengan cerita dan pengalaman beliau)!!”

    Mereka berkata lagi, “Ceritakanlah rombongan unta kami lainnya yang akan kembali??”

    Nabi SAW bersabda, “Aku melewati mereka di Tan’im.”

    Tan’im adalah daerah perbatasan ‘tanah haram’ tetapi sudah termasuk ‘tanah halal’, jauhnya tidak sampai sepuluh kilometer dari Makkah. Mereka berkata, “Berapa jumlahnya, apa saja muatannya, keadaannya bagaimana, siapa saja dan kapan akan tiba di sini?”, dan Nabi SAW dengan lancar menceritakannya,

    “Rombongan dagang itu adalah begini dan begini, di dalamnya ada si Fulan dan si Fulan, yang paling depan adalah seekor unta berwarna abu-abu. Dan mereka akan tiba di sini pada saat matahari terbit besok pagi!!”Ternyata rombongan kafilah itu telah mengirimkan utusan tentang kedatangan mereka, dan dia hadir juga saat itu. Spontan ia berkomentar, “Ini juga suatu tanda bukti!!”

    Keesokan harinya ketika matahari terbit, mereka menjumpai rombongan kafilah dagang itu datang dengan ciri-ciri yang tepat seperti digambarkan Rasulullah SAW.
    Namun, karena Allah memang belum menghendaki mereka untuk memperoleh hidayah keislaman, mereka hanya berkata, “Sungguh ini adalah suatu sihir yang yata!!”

    Sumber : Shahihul Bukhary, 2/684: Shahih Muslim, 1/96; sirah An-nabawiah, Ibnu Hisyam, Zadul Ma’ad; Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal , Blog Percik Kisah Nabi

    ReplyDelete

Digital clock

Apakah postingan saya membantu ananda menambah wawasan tentang Islam?

There was an error in this gadget

Subscribe via email