Showing posts with label Koflik Nabi Isa. Show all posts
Showing posts with label Koflik Nabi Isa. Show all posts

Ayat Al-Quran Untuk Orang Kristen


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Qs:Al-maa-idah:17)
Artinya: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (Qs:Al-Maa-idah:72)
Artinya: Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (Qs:Al Maa-Idah:73)
Artinya: Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
*"Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga"; Allah Bapa,Putra &Roh Kudus

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ (Qs:Al maa-idah:116)
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".

Beberapa Pengakuan Dari Cendikiawan Eropa Yang Meragukan Ke absahan Yesus(Nabi Isa AS) Tuhan

Socianus (1539 – 1604)
“Jika pengorbanan Yesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya, maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya. Dan jika doktrin penebusan dosa benar, maka humum Tuhan tidak lagi berlaku mengikat hamba-Nya, karena hukuman atas segala dosa telah dibayar oleh Yesus.”

Dr. Cruden Alexander
“Bahwa untuk tujuan pengorbanan seperti yang ditimpakan kepada Yesus dengan penderitaan dan kesengsaraan yang amat mengerikan, itu sangat memuakkan bagi pemikiran manusia modern dan dianggap suatu doktrin yang sangat menyeramkan.”

George Bernard Shaw
“Saya lebih suka memikul tanggung jawab moral saya, tidaklah baik lagi saya untuk membebankan dosa-dosa pada kambing hitam penebus dosa. Saya akan kurang berhati-hati terhadap dosa, apabila saya tahu bahwa hal itu sama sekali tidak merugikan saya.”

William Ellery Charing (1780 – 1842)
“Pengorbanan itu harus manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa justru Tuhan yang mengorbankan diri-Nya untuk manusia? Ini tidak masuk akal sehat! Tuhan dapat saja mengampuni dosa-dosa manusia dengan tidak menggunakan kekerasan dan cara yang keji.” (disiksa sampai mati dipaku dikayu salib


Bagaimana Dosa Menurut Islam?
Menurut pandangan Islam, apa pun dosa yang dilakukan oleh manusia, Allah SWT akan mengampuninya, asalkan dia benar-benar mau bertobat dengan sungguh-sungguh, dan berjanji tidak akan melakukannya. Semua dosa bisa Allah ampuni, kecuali dosa syirik.
Simaklah firman Allah dalam Al Qur’an berikut ini :

“Katakanlah, “Hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs 39 Az Zumar 53).

Dalam pandangan Islam, dosa ditanggung oleh masing-masing pelakunya. Seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain :
“Bahwa tidaklah seseorang yang berdosa akan menanggung dosa yang lain.” (Qs 53 An Najm 38-39)

Kesimpulan
Dari 101 Alasan yang telah diuraikan, jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul Allah yang diutus untuk kaumnya yaitu Bani Israil. Pada keempat Injil semuanya Yesus katakana bahwa dia hanyalah seorang Nabi, dan bukan Tuhan. Perhatikan ucapan Yesus pada empat Injil :

“Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Matius 13:57).
“Dan katanya lagi : “AKu berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Lukas 4:24).

“Sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.” (Yohanes 4:44).

Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus juga tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi hanyalah seorang nabi.

“Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di galilea.” (Matius 21:11).
Dalam Al Qur’an, Nabi Isa as memberi kesaksian bahwa dia tidak pernah mengatakan dan tidak mengajarkan bahwa dia adalah Tuhan
.
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa putera Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia, “Jadikanlah aku dan ibuku menjadi dua Tuhan selain Allah? Isa menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan  apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib; (Qs 5 Al Maaidah 116).

Dari keterangan Alkitab dan Al Qur’an sama-sama mengatakan bahwa :

YESUS (ISA AS) HANYALAH SEORANG NABI, BUKAN TUHAN.

Allah Subhana Wata Alla Berfirman Dalam Kitab Injilnya
“kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?” (Yesaya 46:5).
Allah Tidak bisa di tandingi dan di samakan oleh siapapun termasuk nabi Isa As dan Nabi Muhammad SAW.
“Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!” (Yesaya 45:21)
Hanya Allah yang bisa jadi penyelamat (juruslamat) tanpa se ijinya tidak ada yang bisa memberi syafaat ATAU PERTOLONGAN apalagi menghapus dosa yang hanya di miliki Oleh Tuhan (HAK VETO) Ridho Allah lah yang bisa menghapus Dosa Umat Manusia termasuk nabi2, isa dan nabi muhammad pun tidak berhak Menghapus Dosa Manusia . 
Allah Is Only ONE Alfa dan Omega Tidak beranak dan tidak di peranakan.

Yesus Bersabda akan ada nabi setelah "Ia"

Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-17).

Sebelumnya Yesus meninggalkan dunia ini, dia meminta kepada Bapanya (Tuhannya) agar supaya mereka memberikan seorang Rasul sebagai pengganti untuk meneruskan risalahnya.
  • Setiap yang meminta seorang pengganti kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meminta seorang pengganti, kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Pengganti yang Yesus minta kepada Bapany (Allah) untuk menggantikannya ternyata adalah seorang yang bernama Ahmad (Muhammad SAW).


“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya,(17)  yaitu roh kebenaran.” (Yohanes 14:15-16).

Yang dimaksud dengan Seorang Penolong atau Penghibur atau roh kebenaran dalam bahasa Yunani = Parlichtus / Paralectos, yang dalam bahasa Arab berasal dari akta “Hmad”, yang Nasharni jaman dulu menulis dengan kata “Ahmad” yang berarti “Yang terpuji”.
Ahmad adalah nama lain dari Nabi Muhammad. Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad dan Malik, Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama : Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, dan aku adalah Al Maahi (penghapus) karena kekufuran dihancurkan olehku. Aku adalah Al Haasyir dimana ramai orang dikumpulkan setelah masaku. Aku adalah Al Aaqib karena tidak ada lagi nabi penutup setelahku.”

Dalam Al Qur’an Nabi Isa juga bersaksi sebagai berikut :

Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs 61 ash Shaf 6)

Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab

Kaum Muslimin Tentu sangat Mengimani Adanya Yesus Karena dalam Rukun Iman Islam tidak sah iman seorang muslim jikalau ia tidak mengimani salah satu dari Hamba utusan Allah, bedanya dari kaum nasrani mereka Mungkhultuskan Bahwa Yesus adalah Tuhan Dan meyakini sebagai Juru selamat Umat Manusia dengan cara di korbankan dan menghapus dosa Umat manusia dengan darahnya,
Mungkin para pembaca sekalian yang muslimin maupun yang Nasrani Bisa Kita Ulas Bersama-Sama Jikalau benar Yesus adalah Tuhan Yang turun Untuk Menebus Dosa Umat Manusia Apakah Umat Terdahulu Dari Nabi Adam sampai Yahya (Atau Bahasa Ibrani John anak Zakaria) Itu telah tertebus dosa Akibat Dosa Keturunan Adam??? Apakah Umat Terdahulu Masuk Neraka Semua?? Termasuk Para Nabi Sebelum Nabi Isa Atau Yesus??? Lalu Pakah Fungsi Para Nabi Jikalau Seperti Itu??? Buat Apa mereka menyampaikan Risalah Allah Jikalau Nantinya Mereka Masuk Neraka Akibat Dosa Keturuna Adam.??? Dimana Kemaha Adilan Allah Jikalau Seperti Itu??? Jikalau Umat sekarang Punya Penebus Dosa Nabi Isa Atau Yesus apakah Umat Terdahulu Punya???? Pikirkan Dan Telaah Baik-baik

Untuk Di perjelas Mari Kita Ukur Dan Telaah Baik-baik Injil Yang saya Baca Dengan Al-Quran Terjemahan Yang saya Baca Apakah Yesus Itu Hanya Pembawa Risalah Allah Atau Tuhan Semesta Alam

Yesus suruh melakukan menurut kehendak Tuhannya.
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga.” (Matius 7:21).
Yesus mengatakan bahwa “Yang masuk surga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya.” (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!. Jika Yesus itu Tuhan, niscaya dia akan mengatakan bahwa “yang masuk ke dalam kerajaan surga yaitu mereka yang melakukan menurut kehendakk!”
  • Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
12. Yesus mengaku utusan Tuhan.
“Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku.” (Matius 10:40)
Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa yang menghormati Yesus, sama saja dia telah menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barang siapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama saja dia telah mengikuti ajaran yang telah mengutusnya yaitu Tuhan.  Atau barang siapa yang mempermuliakan Yesus, berarti sama saja dia telah mempermuliakan yang mengutusnya yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanya seorang utusan Tuhan.
  • Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan, tapi utusan Tuhan.
Catatan :
Demikian juga ummat Islam yang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, berarti mereka dalam rangka menyambut yang mengutusnya, ialah Tuhannya Nabi Muhammad yaitu Allah SWT. Pahalanya bukan semata-mata untuk Nabi Muhammad saw, tetapi kepada mereka yang bershalawat kepadanya.
13. Yesus mengaku dia seorang Nabi.
“Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar.” (Matius 10:41).
Yesus mengaku dia seorang yang benar dan seorang nabi, buka Tuhan!.
  • Setiap yang mengaku seorang nabi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus mengaku dia hanyalah seorang nabi, berarti Yesus bukan Tuhan!
Ayat tersebut bermakna, siapa yang menganggap Yesus sebagai Nabi, dia akan menerima upah nabi. Dan siapa yang menerima Yesus sebagai orang benar, maka dia akan menerima upah orang benar. Keem-pat Injil, yaitu Matius 13:57, Markus 6:4, Lukas 13:33, dan Yohanes 4:44, semuanya mencatat pengakuan Yesus bahwa dia hanyalah seorang nabi, bukan Tuhan!
Al Qur’an juga menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa as) hanyalah seorang nabi, sebagaimana ayat tersebut dibawah ini :
“(Isa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs 19 Maryam 30)
Catatan :
Umat Islam yang menyambut Nabi Muhammad saw sebagai seorang nabi dan seorang benar, berarti mereka akan menerima upah sebagai seorang Nabi dan seorang benar. Semua umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukan mendoakannya agar beliau selamat di akhirat, tapi yang bershalawat itulah yang akan menerima berupa pahala sebagai orang yang benar dan berahklak. Dan perintah untuk bershalawat, kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah Allah, bukan perintah Muhammad, sebagaimana firman-Nya.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat atas Nabi.[1229] Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh.”[1230] (Qs 33 Al Ahzaab 56).
Shalawat Allah kepada Nabi berarti curahan rahmat-Nya. Shalawat malaikat kepada Nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya. Allah menyuruh orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi adalah sebagai perwujudan rasa kecintaan dan cara yang paling baik untuk memelihara hubungan dengan Nabi Muhammad. Sedangkan untuk memelihara hubungan dengan sesame muslim dilakukan dengan saling menyampaikan salam.
14. Yesus bersyukur kepada Tuhan.
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Baa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25).
Yesus sendiri mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia juga mengucapkan syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi.
  • Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!
Al Qur’an jelaskan bahwa pencipta langit dan bumi bukan Yesus (Isa as) melainkan Allah SWT.
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka.” (Qs 6 Al An’aam 1).
15. Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Matius 12:28)
Yesus mengaku bilaman ia mengusir setan, itu dilakukan dengan bantuan kuasa Roh Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Pengakuan Yesus dengan jujur dan polos tersebut, memberikan suatu makna bahwa apa yang dia lakukan itu semua atas kuasa Roh Allah, bukan atas kuasanya sendiri, sebab dia bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dair ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
  • Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah, pasti bukan Allah.
  • Yesus mengusir setan atas bantuan Roh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang tidak punya kuasa mengusir setan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak punya kuasa mengusir setan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Untuk mengusir setan saja Yesus harus minta bantuan dari Roh Allah. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab terhadap setan saja dia tidak sanggup mengusirnya jika tidak dibantu oleh Roh Allah.
16. Yesus berikan tanda tidak tepat
“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40.
Waktu itu beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi meminta sesuatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus berikan suatu tanda nabi Yunus tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Ternyata tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut tidak tepat.
Alasannya sebagai berikut :
  1. Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
  2. Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.
Kalau Yesus itu benar-benar adalah Tuhan, tentu ramalannya akan tepat atau tidak akan meleset. Ternyata ramalan atau tanda-tanda yang Yesus berikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi, tidak tepat atau meleset. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.
  • Setiap yang memberikan ramalan yang tidak tepat, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus meberikan ramalan atau tanda yang tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan!
  • Setiap yang mati dan tinggal ke dalam rahim bumi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus mati dan tinggal dalam rahim bumi, berarti Yesus bukan Tuhan!
17. Yesus berdoa di atas bukit
“Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu.” (Matius 14:23).
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan???
  • Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
18. Yesus diutus untuk Bani Israel
“Jawab Yesus :” aku diustus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)
Pengakuan Yesus tersebut menunjukkan bahwa dia hanya benar-benar di utus untuk kaum tertentu saja, yaitu Bani Israel, bukan untuk seluruh kaum semesta. Jika Yesus itu Tuhan, pasti ajarannya untuk seluruh manusia, seluruh alam semesta. Tetapi dalam ayat tersebut Yesus katakana bahwa  dia hanya diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israel.
  • Setiap yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus diutus Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Al Qur`an juga menjelaskan bahwa Yesus itu bukan Tuhan tapi hanya seorang utusan Tuhan bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel. Perhatikan ayat Al Qur`an  sebagai berikut :
“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (Qs Ali Imran 48)
“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. “ (Qs Ali Imran 49)
“Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikan-nya sebagai teladan bagi Bani Israil.” [1363](Qs 43 Az Zuhkruf 59).
Ayat Alkitab dibawah ini yaitu Kisah Rasul 13:23, lebih memperjelas kebenaran Al Qur’an :
“Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” (Kisah Rasul 13:23)
19. Yesus datang dengan kemuliaan Bapanya / Tuhan
“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap oang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27).
Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, karena dia dilahirkan dari rahim seorang manusia bernama Maria. Yesus tahu dia punya seorang ibu, makanya dia katakana bahwa dia adalah anaknya manusia. Tidak sekalipun Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Allah itu sendiri. Buktinya Yesus dikatakan bahwa di akhir zaman nanti dia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya (Allah). Ini membuktikan bahwa dia itu bukan Tuhan!
  • Setiap yang mengaku anak manusia pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai anak manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang datang dalam kemuliaan Tuhannya, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus datang dalam kemuliaan Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
20. Yesus adalah Mesias
“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka : “Tetapi apa katamu, siapa Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”
Dalam dialog antara Yesus dengan murid-muridnya tersebut, tidak sekalipun Yesus mengaku diri sebagai Tuhan. Keduabelas murid tersebut adalah orang yang paling dekat dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, tentu mereka itulah yang pertama mengetahui. Saat Yesus bertanya: “Siapakah aku ini?” tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Justru mereka menjawab “Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup.” Jawaban mereka dibenarkan oleh Yesus. Sebab kata Yesus, jawaban itu berasal dari Bapa-Ku (Allah-Ku) yang di sorga.
Mesias berasal dari bahasa Ibrani ‘Masyiakh’ atau ‘Al-Masih’ atau ‘Kristus’ (bahasa Yunani) artinya “yang diurapi Tuhan” atau “yang dipilih Tuhan”. Sedangkan yang dimaksud dengan “Anak Allah” adalah “Hamba Allah”. Dalam teologi bangsa Israel, mereka adalah anak-anak Allah (hamba-hamba Allah) sebagaimana ayat-ayat Perjanjian Lama berikut ini :
“Maka engkau (Musa) harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab iu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Keluaran 4:22-23).
Yesus adalah keturunan Israel, sehingga dia mengakui sebagai anak Allah (hamba Allah).
Dari dialog tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
  • Setiap Mesias (pilihan Tuhan), bukanlah Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai Mesias (pilihan Tuhan)
  • Berarti Yesus bukan Tuhan.
Kita juga dapat mengambil kesimpulan dari istilah “Anak Tuhan” berikut ini :
  • Setiap anak Tuhan (hamba Tuhan) bukanlah Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai anak Tuhan (hamba Tuhan)
  • Berarti Yesus bukan Tuhan.
Nyawa Yesus sebagai tebusan
“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan unuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. “(Maitus 20:28)
Dalam ayat  tersebut Yesus katakan bahwa dia hanyalah anak manusia, karena dia terlahir dari rahim ibunya. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin hanya untuk menebus dosa-dosa manusia, nyawa Tuhan sendiri yang dikorbankan. Timbul pertanyaan lain; bagaimana dengan nasib orang-orang yang lahir dan mati sebelum kedatangan Yesus sebagai penebus dosa manusia? Tuhan Maha Kuasa, tentu Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia tanpa harus mengorbankan “Anak-Nya” sendiri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin Tuhan mengorbankan nyawanya untuk manusia. Manusia-lah yang berkorban untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia.

Tuhan, anaknya Daud?
“Dan ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari Yerikho, orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya : “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” (Matius 20:29-31)
Sungguh aneh orang yang berteriak memanggil Yesus dengan kata-kata:”Tuhan, anak Daud”. Jika mereka sudah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu tidak perlu lagi menambahkan dengan kata-kata “Anak Daud”
Cukup mereka berteriak “Tuhan, kasihanilah kami.” Sangat tidak masuk akal sehat jika Tuhan berasal dari keturunan anak Daud. Tuhan itu tidak berasal dari keturunan Daud. Tuhan itu tidak bersilsilah, tidak berawal dan tidak pula berakhir. Dari bunyi ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan karena dia bersilsilah. Lagi pula yang mengatakan Yesus itu Tuhan, bukan dia sendiri.
Yang mengatakan Yesus itu Tuhan adalah orang-orang yang mempertuhankannya, padahal Yesus sendiri tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan.

  Yesus tidak tahu hari kiamat
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)
Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tiak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan
  • Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan
  • Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan
 Yesus sujud dan berdoa
“Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39).
Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?
  • Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
  • Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
Yesus diberi kuasa oleh Tuhan
“Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.” (Markus 28:18)
Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??
  • Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
 Yesus mengaku dia seorang nabi
“Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).
Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.
  • Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan
Demikianlah yang bisa saya sampaikan Mohon maaf jikalau artikel ini Menyinggung Salah Satu Pihak Karena Itu patut di renungkan dan di telaah dan di pikirkan dengan kepala dingin tanpa emosi berlebih dalam membaca Artikel Ini.Pro dan kontra pasti ada maka itu jadilah sesuai iman kalian masing-masing, Artikel ini hanya di tunjukan bagi Umat muslim agar lebih bertaqwa di jalan Allah SWT
Yang terlanjur Membaca Di mohon tidak Emosi, resapi,dan maknai 

101 Bukti Yesus (Isa Alaisalam) adalah Nabi&Rasul Allah Bukan Tuhan

Nabi Isa Adalah Satu-satunya Nabi Yang jadi Perdebatan Antara Kaum Nasrani Dengan Kaum Muslim Khusus Untuk Umat Muslim Tanpa Mengurangi Rasa Hormat kepada Kaum Nasrani Ada beberapa point yang mungkin bisa di ulas bersama-sama tentang ke absahan apakah Yesus atau Isa Adalah Nabi Atau benar-benar Tuhan.
 
1.Silsilah Yesus Kristus
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak -Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan.

Dikatakan di Injil Di atas Yesus adalah anak Nabi Yusuf sedangkan Nabi Yusuf Telah Wafat Sebelum Jaman Nabi Musa dan Harun, Siti maryam Lahir Pada Zaman Kenabian Zakaria dan Yahya Apakah Masuk di akal jikalau Yusuf Mempersunting Siti Maria?? Telaah Baik-baik.
 
Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir di Injil di sebut Alfa dan Omega. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
  • Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan
  • Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan
Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. 57 Al Hadiid 3)

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.
1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!
2. Kelahiran Yesus Kristus
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).

Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.
  • Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
Al Qur’an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut :
“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19 Maryam 19).

3. Yesus Pemimpin Umat Israel
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).
Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
  • Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuha.
4. Yesus dibaptis oleh Yohanes
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).
Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan”, yang kalau dalah Islam “Bersyahadat”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.
  • Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.
5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah AKu berkenan.” (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi  yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?
  • Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
6. Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).
Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.
  • Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
7. Yesus berpuasa dan merasa lapar
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2).
Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.
  • Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
8. Iblis membawa Yesus
“Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah.” (Matius 4:5)
Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dbawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.
  • Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
9. Yesus dibawa iblis ke atas gunung
“Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8).
Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.
  • Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan.
10. Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah.
“Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).
Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, “Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!”
  • Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
  • Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
Dalam Al Qur’an surat Az Zuhruf 63-64 :
Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.” (QS: 43 – Az Zuhruf 63)
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS: 43 – Az Zuhruf 64)

Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah SWT. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang Nabi&rasul atau utusan Pembawa Pesan Tuhan, bukan Tuhan.

*Pengertian Nabi adalah Seorang hamba yang Di pilih Allah yang Untuk menerima Wahyu Kepada dirinya sendiri Jumlah Seprang Nabi Ada 124 Ribu.

*Pengertian Rasul adalah seorang hamba yang Di Utus Allah Untuk menyebarkan Wahyu kepada banyak Umat. Jumlah Rasul Sendiri ada 315 Hamba

*Pengertian Nabi&Rasul adalah Seorang Utusan Hamba Yang istimewa Yang di Utus oleh Allah Untuk Menerima Wahyu untuk Dirinya sendiri dan Umat seluruh alam yang diberinya Buku Pedoman (Zabur,Taurat,Injil,Al-Quran) Karena Bagian Ini Limited Edition dan sangat Spesial Karena Allah Jamin masuk Surga dan telah di ampuni dosanya yang lalu dan akan datang Maka Jumlahnya Ada 25 .

Digital clock

Apakah postingan saya membantu ananda menambah wawasan tentang Islam?

There was an error in this gadget

Subscribe via email