Ayah dan ibunya berketurunan Turki dan Mesir. Mereka berasal dari sebuah
kampung kecil bernama Rablah. kedua orangtuanya adalah kakak beradik
seibu sebapa. Mereka berhubungan badan tanpa ikatan perkawinan dan
ketika orang kampung mengetahuinya, mereka bersepakat mengusir mereka
dari kampung tersebut. Kemudian mereka berpindah ke kampung pedalaman
bernama Samiri di negeri Mesir.
Pekerjaan ayahnya menjaga dan
membersihkan kandang ternak juga membelah kayu. Setelah beberapa waktu
tinggal didalam rumah tumpangan milik seorang peladang, maka mereka
berkeinginan untuk mendapatkan anak. Setelah berusaha dengan berbagai
upaya isterinya itu tidak juga mengandung maka Isterinya bermunajat
memohon supaya diberi petunjuk. Maka satu ketika bermimpilah sang isteri
bertemu dengan seorang pendeta kaum mereka (Izazil telah menyerupai dan
menjelma sebagai pendeta itu).
si istri disuruh memohon
pertolongan di sebuah kuil jauh di ujung kampung itu. Sang Isteri
menceritakan mimpinya itu pada suaminya dan keesokannya mereka berdua
mencari kuil itu. Akhirnya mereka menemukan kuil yang kecil diujung
kampung itu sama seperti mimpi isterinya yang didalamnya terdapat sebuah
patung anak lembu. Mereka berdua pun membersihkan kuil itu dan
melakukan upacara pemujaan dan memohon pertolongan dewa patung anak
lembu itu. Setelah beberapa kali memohon tetapi tidak ada hasilnya.
Maka
mereka pun berhenti dari memohon. Tidak beberapa lama isterinya
bermimpi lagi supaya melakukan persetubuhan sewaktu dia datang bulan
(haid) di dalam kuil dan dihadapan patung anak lembu itu.
Maka ia pun
menceritakan mimpinya itu kepada suaminya dan ketika saat itu tiba
mereka pun melakukan seperti yang disuruh didalam mimpi isterinya itu
( Nama Izazil/Azazil
dapat kita temukan dalam beberapa kitab tafsir, diantaranya dalam kitab
Tafsir Ibnu Katsier, (Mujallad I-1/76 – 77), Tafsir Al- Khozin – Tafsir
Al- Baghowi (I-1/48). Nama ini juga ada dalam legenda Yahudi dan
digambarkan sebagai SETAN berbadan domba jantan, Izazil sebenarnya
merupakan golongan malaikat ketika belum membangkang perintah ALLAH.
Ketika Allah menciptakan Adam A.S sebagai calon kholifah di bumi dan
memerintahkan seluruh malaikat untuk SUJUD HORMAT (bukan sujud
menyembah) kepada Adam yang telah diberikan beberapa kelebihan ilmu,
maka seluruh malaikat pun bersujud, menghormat Adam, kecuali Izazil. Dia
menolak karena Adam hanyalah makhluq yang diciptakan dari tanah, sedang
dia diciptakan dari api. Maka sejak pembangkangan dan kesombongannya
itu runtuhlah kemuliaan dan ketinggian namanya (Ibrani: Aza = Izzah =
mulia, El = Eli= Allah ==>Azazil = makhluk yang dimuliakan Allah).
Wujudnya
pun berubah buruk menakutkan dan panggilannya diganti oleh Allah
menjadi IBLIS laknatullah, dari kalimat BALASA yang artinya adalah
“terputus dari rahmat Allah”).
Tidak lama setelah itu si isteri
mengandung tetapi kandungannya itu sangat besar dan lama yaitu 13 bulan.
Ketika isterinya sedang mengandung ayahnya meninggal dunia. Tinggallah
sang isteri seorang diri. Ketika berita tentang mereka diketahui oleh
pemilik ladang. Ia terpaksa mengusir keluar ibu yang sedang mengandung
itu kerana takut dengan orang kampung yang sedang mencari mereka. Mereka
dicari untuk dibunuh kerana sejak kelahiran dajjal desa tersebut
menderita kemarau yang panjang mereka beranggapan keluarga ini yang
menyebabkan datangnya musibah di kampung mereka. Itulah sebabnya
orang-orang kampung sentiasa mencari keluarga ini. Ibunya pun pergi ke
kuil kecil untuk melahirkan anaknya disitu.
Setelah melahirkan
anaknya ia pun meninggal dunia dengan keadaan mengeluarkan darah yang
banyak dari kandungannya yang sangat besar, itulah sebabnya wanita itu
meninggal dunia sesaat setelah melahirkan. Bayi ini cacat sebagian
angota tubuhnya, kulitnya bersisik seperti ular, berkepala besar, Buta
mata kirinya dan mata kanannya tertonjol keluar Jadi kedua-dua matanya
adalah cacat. Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)” ,dajjal itu
julukan dari Samiri seorang Yahudi yang lahir dimasa Nabi Musa. Dia
adalah anak yang lahir dari persetubuhan suami istri sedangkan istri
tersebut sedang haid, maka dengan mudah iblis ikut dalam pergumulan itu.
Jadilah dia manusia setengah iblis yang hidupnya kekal sampai kiamat
nanti. Dia terlahir cacat, dengan hanya satu mata yang dapat melihat.
Setelah beberapa tahun maka tempat
persembunyaian Dajjal akhirnya diketahui oleh orang kampung. Mereka
bersepakat untuk membakar kuil itu. Padasaat peristiwa itu terjadi
dajjal dibawa oleh pendeta kuil itu untuk dihanyutkan kelaut ketika
dilaut inilah ALLAH memerintahkan malaikat Jibril untuk menyelamatkan
Dajjal dan diletakkan di benua Antartik di dalam sebuah gua, Samiri
diselamatkan oleh Jibril dan dibawa ke sebuah pulau kecil yang indah dan
dijaga oleh seekor binatang yang bisa berbicara bahasa manusia. Jibril
menyuruh binatang itu menjaga si anak kecil, memberinya makan, dan jika
anak itu bangun agar memberitahukan asal-usul si anak dan mengajarkan
prinsip2 kehidupan. Samiri dirawat oleh binatang itu dengan penuh kasih
sayang dan Jibril sesekali datang menengok anak itu, hingga pada suatu
saat di usianya yang ke-7 dia bangun dari tidurnya. Dia keluar dari gua
tempatnya berteduh, berlari keluar dan bertemu dengan binatang yang
mengasuhnya. Pertama dia takut, tapi kemudian binatang itu mengajaknya
bicara, “Engkau adalah anak kecil yang diselamatkan oleh malaikat Allah,
Jibril. Ketahuilah tentang asal-usulmu……. (cerita ttg sejarah asal-usul
si anak). Jibril menyuruhku untuk memberitahumu bahwa engkau adalah
anak yang disayangi oleh Allah dan diberi kehendak bebas untuk memilih
jalanmu. Jika engkau mengikuti jalan Jibril dan para nabi maka engkau
akan menjadi orang yang mulia, raja yang hebat di muka bumi ini. Jika
engkau mengikuti jalan Iblis maka engkau akan menjadi pendurhaka yang
akan dikutuk oleh makhluk seisi bumi karena engkau akan berbuat
kerusakan yang sangat besar dan jahat tiada tara.” Samiri kecil
membalas, “Apa buktinya bahwa kau, hai binatang, berbicara benar?” Maka,
oleh binatang itu Samiri diajak ke suatu tempat di pulau itu dan
menunjukkan lempeng-lempeng bertulisan tangan Jibril, “Ini ditulis
sendiri oleh malaikat yang mulia, Jibril, dan merupakan pedoman hidup
untukmu. Janganlah kau melenceng dari pedoman-pedoman ini atau kau akan
menjadi manusia durhaka.” Lempeng-lempeng itu bertuliskan di antaranya
“Allah adalah Maha Pencipta, Raja Alam Semesta; Sembahlah hanya Allah
dan jangan mempersekutukan-Nya.” Di sisi lempeng itu ada segumpal
zat/materi yang merupakan sisa alat tulis Jibril yang dibawa dari surga.
Samiri kecil memegang zat itu dengan tangannya, dipermainkannya dan ia
menemukan bahwa zat itu sangat ajaib karena bisa menghidupkan kembali
untuk sejenak, hewan yang sudah mati ( Zat inilah yang kelak digunakan
Dajjal sehingga bisa menghidupkan mahluk yang sudah mati ).
Binatang
pengasuhnya mengajarkan kepada Samiri cara-cara ritual menyembah Allah
dan menyuruhnya agar rutin melaksanakan. Namun, anak itu enggan dan
selalu membangkang hingga usianya dewasa. Dia sangat tertarik pada
kehidupan di pulau itu, dipelajarinya semua aspek ilmiah, dan dengan
kecerdasannya yg luar biasa dia mampu menguasainya dengan bantuan
penjelasan dari pengasuhnya.
Sewaktu didalam tidurnya, Malaikat
Jibril as telah pula mengajarkan ilmu-ilmu hikmah kepadanya tanpa
mengetahui bahawa Dajjal juga dipelihara oleh Izazil. Ini adalah
permintaan Izazil kehadrat Allah swt yang juga dimakbulkanNya. Dikala
itu Izazil juga telah menjelma menjadi ular besar dan memberinya makanan
dan air minuman yang dimasukkan kedalam mulutnya. Binatang
pendampingnya sangat sabar, selalu menyuruh Samiri untuk beribadah
kepada Allah, hingga Samiri yang lelah diceramahi membalas, “Siapa Allah
itu, kenapa aku tidak pernah melihat-Nya. Bahkan aku tidak pernah
bertemu Jibril yang sering kau bicarakan itu, jangan-jangan semua yang
kau bicarakan itu hanya dustamu agar aku tunduk kepadamu. Dengar ya, aku
lebih hebat darimu dan Allah yang kau sebut-sebut itu.” Binatang itu
ketakutan setengah mati mendengar makian Samiri, katanya, “Aku adalah
ciptaan Allah dan aku hanya taat kepada-Nya. Engkau telah mengatakan hal
yang mengguncang langit, maka dengarlah bagimu ada dua janji.
Kesempatan pertama adalah sekarang. Jika engkau menyatakan tunduk kepada
Allah maka perkataanmu akan diampuni, jika engkau tidak mau maka
tinggalkanlah pulau ini untuk melihat kehidupan di luar sana agar kau
menyadari keesaan Allah. Nanti engkau akan kembali ke sini dan jika pada
saat itu engkau masih membangkang maka janji kedua akan berlaku, yaitu
engkau tidak akan pernah lagi dapat kembali ke pulau ini dan akan
menjadi makhluk paling jahat di muka bumi ini hingga akhir zaman.”
Samiri
pergi, membuat perahu dan di tengah laut berpindah ke kapal lain dengan
mengarang cerita bahwa ia korban kapal yang karam. Ia pergi menjenguk
dunia luar, belajar setiap hal yang membuatnya tertarik, menyelidiki
kisah-kisah tentang sejarah dirinya, menggali harta karun dunia berupa
ilmu dan materi. Hingga ia menjadi orang yang sangat kaya, sangat
pandai, dan yang membuatnya takjub adalah fisiknya yang tidak bertambah
tua. Negeri pertama yang disinggahi Samiri pada usianya yang ke-20
adalah Yaman, 4000 km jaraknya dari pulau itu. Di sana ia belajar
berbagai hal baru setiap hari dan dapat memahami makna kehidupan dan
makhluk hidup dengan sangat cepat seolah-olah ia memiliki kecerdasan dan
kemampuan seratus kali lipat manusia lainnya. Setiap orang yang
mengenalnya merasa kagum pada kekuatan, kemampuannya yang besar, dan
keajaiban dalam kecepatannya berpikir.
Setelah beberapa lama ia
mulai berpikir untuk kembali ke negeri nenek moyangnya di Palestina.
Tetapi sebelumnya ia merasa rindu untuk kembali ke pulau tempatnya hidup
di masa kecil. Dengan mengendarai kapal besar dan ditemani sejumlah
pelayan ia berangkat. Di tengah laut kapal besar itu berhenti, dan
Samiri melanjutkan perjalanan sendiri dengan kapal kecil. Di pulau
binatang besar itu hanya memandangi kelakuan Samiri, tidak mengajaknya
bicara sama sekali. Di pulau, hal pertama yang teringat oleh Samiri
untuk dibawa adalah materi ajaib peninggalan Jibril. Selain itu ia
membawa juga sepotong batu kecil berwarna-warni yang dipotongnya dari
batu panel tempat Jibril menuliskan wasiat-wasiatnya untuk Samiri.
Setelah
itu dia melanjutkan petualangannya hingga ke palestina, Sampai di
Palestina usianya sudah mencapai 100 tahun, tapi ia tidak merasa lemah,
tua, ataupun pikun. Seolah-olah waktu telah berhenti pada masa mudanya.
Tanpa ragu ia merasa dirinya pantas untuk menjadi tuhan, karena ia tahu
dirinya lebih cerdas dari setiap manusia, bahkan baginya ruhnya adalah
ruh dewa, buktinya hanya dia yang diajak bicara oleh binatang luar biasa
yang menjadi pengasuhnya. Ia sadar semua makhluk takut kepadanya,
karena kekuatannya yang luar biasa. Bukankah menurut binatang itu,
Jibril, malaikat paling agung, adalah pembimbingnya sehingga ia
seolah-olah tahu apa yang harus dilakukan dalam melakukan sesuatu yang
tidak diketahuinya
Di zaman Nabi Musa samiri pernah menjadi pembantu
nya. nabi musa telah mengetahui tentang dajjal dari malaikat Jibril as.
Nabi Musa as telah menerimanya bekerja menjaga kuda dan membersihkan
kandang kuda Nabi. Tetapi Dajjal bukan bekerja saja, dia selalu
mengintip perbualan Nabi Musa dengan Nabi Harun juga perbincangan Nabi
bersama Jibril as. Ia selalu mengikuti dari belakang Kuda Nabi dan
apabila disuatu ketika Jibril as mendatangi Nabi Musa saat berkuda,
kesempatan itu diambilnya untuk mengambil pasir tempat pijak kaki kuda
Malikat Jibril as dan disimpannya. Ia juga selalu memerhatikan tingkah
laku para pengikut Nabi Musa as.
Ketika Nabi Musa as pergi
bermunajat selama 40 hari di Bukit Tursinar, peluang ini diambil oleh
Dajjal as Samiri melakukan Tipudayanya. Dia telah berkata pada kaum Nabi
Musa as yaitu Bani Israil supaya mengumpulkan semua emas yang mereka
punya untuk menunjukkan kepada “Tuhan” Nabi Musa as. Setelah mereka
mengumpulkan emas itu maka diberikan kepada Dajjal. Emas itu telah
ditempa menjadi patung anak lembu yang dimasukkan pasir bekas tempat
pijakan kaki kuda Jibril as yang disimpannya dulu. Patung itu diletakkan
di hadapan masyarakat bani Israil dan kemudian dengan mentera yang
diajar oleh Izazil. Tiba-tiba patung anak lembu itu bebicara mengaku
dialah “tuhan” Nabi Musa as. Kaum Bani Israil yang selama ini
mencari-cari Tuhan Nabi Musa telah berpaling dan menyembah patung anak
lembu emas itu. Sekembalinya Nabi Musa dari Munajatnya, beliau sungguh
marah akan perbuatan Samiri, beliau juga memarahi Nabi Harun yang tidak
dapat mencegah keadaan itu. Maka Nabi Musa as memohon petunjuk pada
Allah swt.
Ketika nabi Musa Sadar bahwa ia berhadapan dengan
manusia yang akan menjadi dajjal di akhir zaman, maka Musa hanya
menyuruhnya pergi dengan bebas, tanpa menghukumnya. Setelah diusir Nabi
Musa, Samiri mengembara sendirian menjauhi wilayah kekuasaan Musa as. Ia
mengembara ke berbagai negeri, belajar bahasa2 dan tulisan setiap
masyarakat, mengumpulkan ilmu pengetahuan kuno yang kini dianggap punah.
Ia mengarungi zaman kebesaran Daud, Sulaiman, hingga sampailah ia ke
zaman Nabi Isa as. Fisiknya tetap seperti laki-laki berusia 30 tahun, ia
selamanya muda meski telah berumur ribuan tahun.
Di zaman nabi
Isa, Samiri mendengar kabar tentang Isa as, yang dikatakan sebagai
keturunan Daud as, yang menyelamatkan bangsa Yahudi dari pertikaian,
kejahatan, dan kepunahan. Samiri ingin menguji apakah Isa as ini
betul-betul nabi atau bukan, maka ia pergi menemui Isa as. Namun, ia
tidak langsung bertemu muka dengan Isa, melainkan mengutus orang untuk
bertanya kepada Isa, “Jika engkau benar-benar Nabi, maka katakan padaku
siapa yang berada di luar.” Isa diam sejenak dan kemudian berkata,
“Wahai saudaraku, beritahukan kepada orang yang mengutusmu bahwa Allah
yang Maha Perkasa menerima tobat dan mengampuni dosa2 seluruh hambaNya……
(disebutkan oleh Isa secara terperinci riwayat hidup Samiri). Samiri
yang menerima kabar itu dari utusannya tidak menanggapi selain
mengatakan, “Ia itu tukang sihir yang telah dirasuki setan-setan. Jika
ia seorang nabi, maka ia tidak akan tahu siapa aku dan apa yang telah
terjadi, sebab para nabi tidak memberitakan yang gaib. Hanya Allah yang
mengetahui yang gaib.”
Bukannya secara jantan menghadapi Isa,
Samiri malah kabur mengembara ke negeri-negeri jauh, seperti Cina,
India, Jepang. Isa as sendiri mengingatkan para pengikutnya agar
berhati-hati terhadap seorang pembohong yang akan muncul di akhir zaman
dengan mencuri nama dan gelarnya sebagai penyelamat bani Israil. Ia
menjelajahi lautan, tanah-tanah tandus, padang pasir, dan daratan. Ia
bergaul dengan berbagai kehidupan dan makhluk-makhluk hidup, mempelajari
berbegai pengalaman tanpa batas. Ia tergila-gila dengan pemikiran untuk
menguasai dunia, tapi sebelumnya ia merasa perlu kembali dulu ke
pulaunya di Yaman untuk berpikir dan merencanakan jalannya dalam
menguasai seluruh negeri dunia.
Setelah berkelana keberbagai tempat
ahirnya Samiri pulang kembali ke pulau hijau di Yaman, tetapi begitu ia
telah berlabuh dan berjalan menuju gua binatang raksasa berbulu tebal
penguasa pulau itu merintangi jalannya. Binatang itu bersama dua puluh
orang yang bertubuh tinggi melebihi pohon-pohon yang tinggi dan wajah
mereka bersinar seperti matahari. Pada tangan mereka terdapat rantai
besi berlapis baja yang tampak jelas bukan buatan dunia ini.
Samiri
menggigil ketakutan, ia bertanya, “Apa ini? Siapa mereka? Bagaimana
mereka dapat sampai ke sini?” Binatang itu menjawab, “Wahai orang yang
paling bodoh, engkau telah menyia-nyiakan dua kesempatan yang diberikan
Allah kepadamu (kesempatannya untuk bertobat dalam pertemuan dengan Musa
as. dan Isa as.), dan tidak tersisa bagimu kecuali janji terakhir.”
Janji terakhir itu adalah seperti yang tertulis dalam pesan Jibril untuk
Samiri: Tidak ada kitab bagimu kecuali apa yang dibawa kepadamu oleh
seorang Nabi terakhir, Muhammad saw, yang datang menjelang akhir zaman.
Jika engkau beriman dan meyakini apa yang kami imani, maka Allah akan
memudahkanmu untuk mengimani penutup para nabi. Ia bernama Muhammad al
Amin. Ia akan lahir sebagai nabi dan rasul di tengah-tengah kaum yang
buta huruf. Ia berhijrah ke tempat yang banyak ditumbuhi pohon kurma,
dan yang banyak mata air dan sumur tawarnya dengan tanah subur. Jika
engkau mendustakan nabi yang mendahului Muhammad, maka Allah akan
menutup hatimu dengan selubung hitam. Hatimu menjadi condong kepada
kejelekan dan tidak dapat melihat cahaya. Akalmu hanya akan melihat
dirimu sendiri saja seperti Iblis si terkutuk, dan engkaupun menjadi
teman akrabnya.
Jika engkau tidak mempercayai eksistensi Allah,
malaikat-Nya, serta rasul-Nya maka engkau akan dimasukkan ke dalam
penjara seribu tahun lamanya. Engkau akan bebas ketika Muhammad saw
telah wafat.”
Ketika siuman dari pingsannya, Samiri mendapati
dirinya telah berada dalam gua, sementara binatang itu ada di depannya.
Kedua tangan dan kakinya terbelenggu dengan rantai yang sangat panjang
agar ia dapat bergerak, duduk, berdiri, berjalan, dan buang air ke
belakang di tempat dekat sumur yang telah disiapkan binatang itu
baginya.
Binatang itu sungguh-sungguh memperhatikan kebersihan
dan mengurus badan Samiri. Samiri diliputi ketakutan yang tidak pernah
dirasakannya, ia belum pernah melihat belenggu seperti ini bahkan dalam
penjara Firaun dan kerajaan lainnya yang pernah dikunjunginya dalam
pengembaraan.Binatang itu berkata, “Engkau adalah dajjal akhir zaman,
raja kejahatan masa depan yang dikutuk oleh seluruh penghuni langit dan
bumi.
Engkau telah dianugerahi kekuatan dan kecerdasan oleh
Allah, juga diberi kebebasan untuk memilih jalanmu, tetapi inilah yang
telah kau pilih. Sekarang engkau berada pada zaman penutup para nabi,
kekasih Allah, Muhammad saw. Ia telah lahir beberapa hari yang lalu
ketika engkau berada di tengah lautan. Engkau berada di penghujung akhir
zaman di bumi.
Janji Allah telah datang masanya. Engkau tidak
akan terlepas dari rantai yang membelenggumu kecuali setelah wafatnya
Muhammad. Tanda keluarmu sebagai orang sombong di dunia adalah
terputusnya pohon kurma Baisan, berkurangnya air danau Thabary,
keringnya mata air Zughar, dan banyak terjadi gempa bumi dashyat sebelum
keluarnya musuhmu yang akan memarahimu.”. Sambil berusaha melepaskan
diri dari belenggu, Samiri berkata kepada binatang itu, “Bagaimana aku
dapat meyakini bahwa perkataanmu itu benar? Mengapa engkau tidak
mencabut sihirmu dan menjauhi setan-setanmu? Sungguh aku ingin keluar
untuk memerintah dunia. Dunia tidak ada rajanya kecuali aku, sedangkan
engkau berusaha menghalangi hakku. Aku adalah manusia paling tua karena
waktu tidak berpengaruh kepadaku. Seluruh dunia di sekitarku telah
berubah, tetapi aku tidak pernah berubah, tidak tua dan tidak beruban.
Segala sesuatu di sekitarku tunduk kepadaku. Aku adalah anak dewa.”.
Binatang itu cuma menjawab, “Engkau bersabar atau tidak, janji Allah
pasti benar. Engkau dilaknat, diusir, dan dilemparkan seperti Iblis
terkutuk, yang telah diperingatkan kepadamu melalui tulisan-tulisan
malaikat Jibril untukmu.”
Simiri/ Dajjal di kurung di dalam
penjara yaitu di Lautan Qauzum . Sebagian riwayat ahli tafsir menyatakan
bahawa lautan Qauzum itu terletak ditengah-tengah laut Merah di Mesir
yaitu di bagian yang paling dalam. Tetapi itu dirasakan kurang tepat.
Riwayat yang lain pula mengatakan itu terletak di Lautan Atlantik.
Mungkin
ini lebih tepat kerana disitu juga Izazil membuat sebuah pintu Alam Jin
seperti di Bermuda Triangel yang dapat menyedot apa saja yang melintas
di permukaannya. Pintu Alam Jin ini merupakan sebuah Kerajaan Jin tempat
untuk memenjara roh-roh manusia yang dapat mereka tanggkap dan
mereka-mereka yang kafir, sesat dan orang Islam yang mengikut telunjuk
mereka sewaktu hidupnya serta yang menjadi sahabat dan khadam mereka.
Manusia-manusia ini apabila mereka mati semua roh-roh mereka akan
dimasukkan disini dan tidak boleh keluar, menjadi hamba abdi mereka
membuat senjata-senjata canggih untuk perang akhir zaman nanti.

Telah
juga diriwayatkan bahwa Allah swt Memberikan kesempatan pada Dajjal di
ahir jaman nanti untuk menyesatkan manusia. Dajjal akan keluar dan
memulai ajarannya kepada umat ini selama empat puluh hari saja. Namun
begitu, hari pertamanya adalah sama dengan setahun dan hari kedua sama
dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari
selanjutnya sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan waktu Dajjal
membuat fitnah dan kerusakan itu adalah 14 bulan dan 14 hari
Dalam Hadis riwayat Muslim disebutkan:
Kami
bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka
bumi ini? Nabi Muhammad saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat
puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari berikutnya
seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yang
masih tinggal lagi (yaitu 37 hari) adalah sama seperti hari kamu yang
biasa
Maka peluang itu dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan membuat
huruhara kerusakan besar di muka bumi seperti terjadinya gempa bumi,
letusan gunung berapi, tsunami, taufan, puting beliung hingga
menyebabkan banyak sekali jiwa yang melayang dan ditanggkap oleh bala
tenteranya, diseret dan dimasukkan di dalam penjara mereka
Itulah kisah asal usul Dajjal bagi yang belum paham benar tentang Dajjal semoga posting ini membantu memahami Dajjal...
semoga bermanfaat...